Bismillaahirrahmanirrahiim...
Setelah meminta petunjuk dan pertolongan kepada Allah, kita mungkin menghubungi seseorang yang kita percaya, lalu menceritakan permasalahan itu dan mencoba menanyakan jalan keluarnya.
Lalu pernahkah yang kita dapat justru jawaban seperti ini;
"Saya juga mengalami kesulitan yang kamu alami, saya (bla bla bla.. kemudian bercerita balik).."
atau,
"Ada seseorang yang masalahnya sama sepertimu, bahkan keadaannya lebih sulit (kemudian bercerita panjang lebar),.."
Bagaimana perasaan kita saat itu?
Alih-alih dijawab dengan solusi, kita justru disodorkan dengan permasalahan 'tandingan', atau di zaman sekarang ini sering disebut dengan istilah 'Adu Nasib'.
Mungkin di antara kita ada yang geram dengan respon seperti itu.
Tapi, coba kita renungkan sekali lagi.
Di balik apa yang kita sebut adu nasib itu, ada banyak kebaikan yang bisa kita dapat.
Bahkan pada kesempatan tanya-jawab, para ulama kita hafizhahumullah seringkali mengawali jawaban dari sebuah permasalahan yang diceritakan penanya dengan menceritakan kisah. Ya. Kisah siapa lagi kalau bukan teladan-teladan terbaik kita, generasi para nabi, para sahabat, serta generasi yang dekat dengannya. Dan tidaklah para guru kita menceritakan kisah-kisah tersebut ketika menjawab pertanyaan, kecuali ada banyak hikmah yang bisa diambil.
Salah satu hikmahnya ialah sebuah pesan bahwa "kita tidak sendirian".
Kita bukan orang pertama yang mengalami masalah itu,
kita juga bukan satu-satunya,
dan permasalahan kita bukan yang paling berat!
Terlalu sempit rasanya jika kita memandang bahwa kita sendirian..
Ada mereka, yang jauh lebih berat masalahnya dari kita.
Ada mereka, yang telah lebih dulu berjuang menghadapi masalah itu, jauh sebelum kita.
Luangkanlah waktu kita untuk mendengar tentang mereka, yang meski dalam kondisi demikian, mampu untuk tetap yakin dan bersabar.
Dengarkanlah, dan petiklah satu demi satu buah-buah manis dari kisah mereka yang penuh dengan pelajaran berharga.
***
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan [saja] mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.