Bukan pula tentang seberapa lama kebersamaan.
Teman adalah tentang memperjuangkan sebuah impian yang sama. Melangkah menuju satu tujuan.
Teman adalah genggaman yang diikat dengan ikatan yang kuat.
"Sekuat-kuatnya tali iman adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Thabrani)
Dari seorang teman, saya belajar..
Tidak pernah ada janji pertemuan demi pertemuan seperti "Mari kita bertemu bulan depan." atau "Kita harus bertemu."
Tapi untaian doa itu selalu terucap darinya:
"Semoga Allah takdirkan kita bisa bertemu. Meski tidak di dunia, semoga di Surga-Nya kelak."
Bahkan, ketika perpisahan tiba,
Guru kami berkata,
"Perpisahan itu pasti ada dalam setiap pertemuan. Tapi tidak bagi orang-orang beriman. Semoga kita dikumpulkan kembali di Surga.."
***
"Hiduplah bersama teman. Perjuangkan. Jangan menyerah."
"Yang tidak kalah penting dalam sebuah safar/perjalanan ialah, siapa teman perjalanan kita.. Karena teman sangat menentukan."
"Hiduplah bersama ilmu, guru, dan teman."
Ustadzuna hafizhahullah (dikutip secara makna).